Layaknya bayi, bila kita ingin melihatnya tumbuh besar maka bayi-bayi pohon itu harus diasuh dan dipelihara. Kami memberikan garansi pemeliharaan selama 3 tahun penuh sejak pohon ditanam. Pohon dipelihara dari serangan gulma, cekaman panas pada musim kemarau dan dari naungan yang terlalu gelap. Apabila dalam masa pengasuhan pohon mengalami kematian (seperti layaknya makhluk hidup yang lain) maka kami akan melakukan penanaman ulang yang kami sebut penyulaman.
Saat ini baru sekitar 200.000 pohon yang memiliki orang tua asuh. Untuk data statistik Walipohon terkini, dapat dilihat di http://walipohon.tbmk.org, bagian fakta.
Pada saat awal 2008-2009 garansi pemeliharaan adalah 5 tahun. Berdasarkan perhitungan dan pengalaman, sejak 2012 kami telah menurunkan garansi pengasuhan menjadi 3 tahun untuk menjaga agar biaya asuh tetap terjangkau. Setelah masa garansi habis, diharapkan pohon bisa mandiri dan tumbuh besar. Dan karena pohon ditanam di dalam kawasan konservasi, maka pohon dijamin oleh Undang-Undang tidak boleh diganggu apalagi ditebang.
Para Wali bisa saja membawa pohon sendiri. Namun demikian, menanam di kawasan konservasi tidak seperti menanam di tempat lain. Ada beberapa persyaratan yang perlu diperhatikan. Salah satu syaratnya, jenis pohon yang ditanam adalah jenis pohon lokal yang asli tanaman hutan/ rimba. Kami sering menyebutnya pohon rimba khas Jawa Barat. Jadi, kalau pohon yang dibawa termasuk jenis-jenis lokal bisa saja kita tanam di kawasan. Konsultasikan terlebih dahulu hal ini kepada kami.
Masa tanam adalah awal musim hujan. Biasanya, hujan berlangsung mulai dari awal Desember sampai akhir Februari. Musim tanam memang sangat terbatas. Namun demikian, pendaftaran Walipohon bisa dilakukan setiap saat dan penanaman secara simbolis dapat dilakukan kapan saja apabila musim tanam tidak memungkinkan.
A. Minimal satu pohon. Maksimal tidak ada batasnya. Namun saat ini kapasitas menanam kami maksimal hanya 50.000 batang per musim tanam.
Kami menanam menggunakan cara-cara mekanis tradisional yang dikerjakan oleh tenaga kerja manusia. Kami tidak menggunakan peralatan berat ataupun bahan-bahan kimia. Cara ini disebut Pembukaan Lahan Tanam Tanpa Bakar (PLTB). Pekerja tanam semuanya mengandalkan tenaga kerja dari sekitar kawasan hutan yang jumlahnya juga serba terbatas.
Setiap pohon yang diadopsi dapat diberi nama sesuai dengan keinginan pengadopsinya. Namun demikian di lapangan bukan sesuatu yang praktis untuk memberi papan nama pada setiap pohon. Untuk itu pemberian nama pohon diberikan dalam bentuk sertifikat bagi para pengadopsi. Dengan nomor dan atasnama sertifikat, setiap pengadopsi bisa login melalui control panel di http://walipohon.tbmk.org atau di http://wali.conservation.id untuk mengetahui data pohonnya. Data tersebut antara lain jumlah pohon yang diadopsi, lokasi atau peta pohon dan sampling foto dari area dimana pohon tersebut ditanam.
Untuk foto-foto kegiatan Walipohon dapat diakses melalui blog TBMK di http://kareumbi.wordpress.com
Silahkan lihat di http://kareumbi.wordpress.com/program/konservasi. Anda bisa mengunduh Kertas Fakta Walipohon (Factsheet).