- 2 years ago
- Konservasi
- Description
- FAQ
- Updates
- Comments
Berawal dari makin seringnya laporan pertemuan maupun konflik dengan macan tutul di sekitar kawasan TB. Masigit Kareumbi, pada tahun 2023 tim Manajemen TBMK/ Wanadri mulai menginisiasi upaya untuk dapat melakukan respons yang lebih tanggap terhadap laporan-laporan tersebut. Selama ini laporan ditanggapi secara reaktif dan terkadang tanpa ada solusi yang baik, salah satu penyebabnya adalah karena kapasitas dan kompetensi tim yang belum terbangun.Maka dirancanglah sebuah rencana untuk meningkatkan kapasitas dengan tujuan...
General Question
Macan tutul jawa merupakan satwa pemangsa yang memiliki arti penting dalam ekosistem. Salah satunya sebagai pengendali populasi suatu spesies tertentu yang akan berpengaruh terhadap keseimbangan ekosistem. Keberadaannya di alam sangat tergantung terhadap kondisi habitat dan kelimpahan mangsa, terutama satwa ungulata seperti kijang, rusa, babi dan kancil. Semakin terdesaknya keberadaan macan tutul jawa di alam oleh karena kehilangan habitat, akan berpengaruh terhadap tatanan ekosistem alami yang telah berlangsung di alam.
Berkurangnya habitat macan tutul jawa karena aktivitas manusia yang semakin meningkat, mengakibatkan ketersediaan mangsa bagi macan tutul jawa semakin sedikit. Dampak ini membuka peluang macan tutul jawa mencari mangsa di luar habitatnya. Hal ini yang menyebabkan macan tutul jawa masuk ke perkampungan dan memangsa hewan ternak dan menimbulkan konflk dengan manusia yang akhir-akhir ini sering terjadi.
SRAK adalah dokumen Strategi dan Rencana Aksi Konservasi yang dipublikasikan oleh Kemeterian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Dokumen SRAK mengacu kepada satu spesies kunci yang menjadi subjek konservasi. SRAK merupakan kerangka kerja dalam program dan kegiatan Konservasi Macan Tutul Jawa (Panthera pardus melas) serta wajib dijadikan pedoman dalam melakukan konservasi spesies nasional.
Updates (12)
Login To Leave a Comment
Comments (0)